Proses Perontokan Padi Secara Manual dalam Tahap Pascapanen
Proses perontokan padi secara manual merupakan tahapan penting setelah panen untuk memisahkan bulir padi dari tangkainya. Cara ini masih banyak dilakukan pada pertanian skala kecil karena peralatannya sederhana dan mudah diterapkan di lapangan. Walau terlihat tradisional, proses ini berperan besar dalam menentukan jumlah hasil gabah yang diperoleh.
Dalam praktiknya, metode manual mengandalkan tenaga manusia dengan bantuan alat sederhana serta teknik kerja yang tepat. Ketelitian sangat dibutuhkan agar bulir tidak banyak tercecer atau rusak. Penanganan yang hati-hati membantu menjaga kualitas gabah sebelum masuk tahap pengeringan dan penyimpanan.
6 Proses Perontokan Padi Secara Manual

Proses perontokan padi secara manual merupakan metode tradisional yang dilakukan untuk memisahkan bulir padi dari tangkainya setelah panen. Cara ini masih digunakan di beberapa daerah karena peralatannya sederhana dan mudah diterapkan tanpa ketergantungan pada mesin besar.
Meskipun membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak, perontokan manual tetap membantu petani mengolah hasil panen secara bertahap. Dengan teknik yang tepat, bulir padi dapat dipisahkan dengan cukup bersih sebelum masuk ke tahap pengeringan dan penyimpanan.
1. Pengumpulan dan Penataan Padi
Tahap awal dimulai dengan mengumpulkan padi yang telah dipotong ke satu lokasi. Pengumpulan memudahkan proses perontokan dilakukan secara terpusat. Tangkai disusun agar mudah dijangkau saat proses berlangsung.
Penataan yang rapi membantu pekerjaan lebih efisien. Selain itu, risiko kehilangan bulir yang tercecer di lahan dapat dikurangi.
2. Penyiapan Area Perontokan
Sebelum proses dimulai, area kerja perlu disiapkan dengan baik. Permukaan tanah diratakan dan diberi alas seperti terpal atau tikar. Alas ini berfungsi menampung bulir yang rontok.
Penyiapan area penting untuk menjaga kebersihan hasil. Bulir yang tertampung dengan baik lebih mudah dikumpulkan dan tidak tercampur tanah.
3. Proses Pemukulan Tangkai
Perontokan dilakukan dengan memukulkan tangkai padi pada permukaan keras atau alat bantu. Cara ini membuat bulir terlepas dari malai. Proses dilakukan berulang hingga sebagian besar bulir rontok.
Teknik pemukulan harus seimbang. Terlalu keras dapat merusak bulir, sedangkan terlalu ringan membuat hasil kurang maksimal.
4. Pengumpulan Gabah yang Rontok
Bulir yang telah terlepas dikumpulkan secara berkala dari alas penampung. Pengumpulan rutin menjaga area kerja tetap rapi. Proses ini juga mencegah bulir terinjak atau tercecer.
Gabah yang terkumpul kemudian dipindahkan ke wadah. Tahap ini memudahkan proses pembersihan selanjutnya.
5. Pembersihan Awal Secara Manual
Gabah hasil perontokan biasanya masih bercampur jerami kecil dan kotoran ringan. Pembersihan dilakukan dengan ayakan sederhana atau memanfaatkan hembusan angin. Cara ini membantu memisahkan kotoran.
Pembersihan awal membuat hasil lebih layak dikeringkan. Mutu gabah menjadi lebih baik sebelum disimpan.
6. Perontokan Padi Secara Manual Pengeringan Gabah
Gabah yang baru dirontokkan umumnya masih memiliki kadar air tinggi. Pengeringan awal dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari. Proses ini membantu menurunkan kadar air secara bertahap.
Pengeringan penting untuk menjaga kualitas selama penyimpanan. Bulir yang cukup kering lebih tahan terhadap kerusakan dan jamur.
Kesimpulan Proses Perontokan Padi Secara Manual
Proses perontokan padi secara manual mencakup pengumpulan, penyiapan area, pemukulan tangkai, pembersihan, hingga pengeringan awal. Setiap tahap memerlukan ketelitian agar hasil tetap optimal.
Meski sederhana, metode ini masih efektif untuk skala kecil. Penanganan yang tepat membantu menjaga mutu gabah sebelum masuk proses lanjutan.

Saya seorang penulis pemula
